Daftar Isi
- Pengantar: Tantangan Skalabilitas di Web3
- Apa Itu Teknologi RLNC?
- Bagaimana RLNC Dapat Meningkatkan Web3?
- Dukungan dan Investasi Terhadap RLNC
- Kesimpulan: Masa Depan Web3 dengan RLNC
1. Pengantar: Tantangan Skalabilitas di Web3
Dalam dunia blockchain, skalabilitas masih menjadi tantangan besar bagi adopsi massal Web3. Jaringan seperti Bitcoin dan Ethereum telah menghadapi hambatan dalam menangani transaksi dalam jumlah besar, menghambat pertumbuhan ekosistem Web3. Namun, setelah 15 tahun penelitian di Massachusetts Institute of Technology (MIT), solusi baru yang dikenal sebagai Random Linear Network Coding (RLNC) siap untuk mengatasi permasalahan ini.
Teknologi RLNC dikembangkan oleh Profesor Muriel Médard, seorang pakar di MIT sekaligus pendiri Optimum, sebuah platform infrastruktur blockchain. Menurutnya, teknologi ini akan membantu blockchain meningkatkan efisiensi dan kecepatan tanpa mengorbankan desentralisasi.
2. Apa Itu Teknologi RLNC?
RLNC adalah sebuah terobosan dalam bidang pengkodean data yang telah digunakan dalam berbagai industri seperti 5G, telekomunikasi satelit, dan Internet of Things (IoT). Konsepnya serupa dengan menyusun teka-teki: informasi dipecah menjadi potongan kecil, kemudian dikodekan dalam persamaan matematika yang dapat dikirimkan secara efisien.
Menurut Profesor Médard, sistem ini bekerja seperti:
“Memecah teka-teki menjadi potongan-potongan kecil, mencampurnya dalam persamaan matematika, lalu mengirimkannya. Bahkan jika beberapa potongan hilang, teka-teki masih bisa disusun kembali dari bagian yang diterima.”
Dengan cara ini, RLNC dapat meningkatkan kecepatan transmisi data, mengurangi kebutuhan bandwidth, dan memungkinkan lebih banyak node fleksibel dalam jaringan blockchain.
3. Bagaimana RLNC Dapat Meningkatkan Web3?
Teknologi RLNC menghadirkan solusi terhadap hambatan utama dalam Web3, yakni bottleneck skalabilitas. Dengan metode pengkodean canggihnya, RLNC memungkinkan:
- Transmisi data lebih cepat
- Penggunaan bandwidth lebih efisien
- Pengurangan hambatan bagi node baru untuk bergabung dengan jaringan
- Pengiriman data lebih andal dan tahan gangguan
Hal ini sangat penting bagi Web3 yang semakin berkembang dalam bidang pembayaran digital, instrumen keuangan, dan strategi digital nasional. Jika blockchain tidak dapat berskala dengan baik, maka mereka akan gagal berkembang.
4. Dukungan dan Investasi Terhadap RLNC
Teknologi RLNC telah menarik minat berbagai investor dan pemimpin industri Web3. Beberapa investor yang telah mendukung Optimum dan teknologi RLNC meliputi:
- Sandeep Nailwal (Co-founder Polygon)
- Robinson Burkey (Co-founder Wormhole)
- Abhijeet Mahagaonkar (CTO Polychain)
- Gracy Chen (CEO Bitget)
- Arthur Cheong (Founder & CEO DeFiance Capital)
Dukungan dari tokoh-tokoh penting ini menunjukkan bahwa RLNC memiliki potensi besar untuk menjadi bagian integral dari infrastruktur Web3 di masa depan.
5. Kesimpulan: Masa Depan Web3 dengan RLNC
Teknologi Random Linear Network Coding (RLNC) menawarkan solusi untuk tantangan terbesar dalam adopsi Web3: skalabilitas. Dengan memungkinkan pengiriman data yang lebih cepat dan lebih efisien, RLNC dapat membantu blockchain menjadi lebih kompetitif dan siap untuk adopsi massal.
Seiring meningkatnya penggunaan stablecoin dan transaksi lintas batas, blockchain harus mampu menangani volume yang lebih besar. Dengan teknologi RLNC, Web3 dapat berkembang tanpa mengalami hambatan teknis yang menghambat jaringan saat ini.
Pertanyaannya kini, apakah ekosistem blockchain siap mengadopsi RLNC atau akan menghadapi risiko stagnasi? Hanya waktu yang akan menjawab.